31/08/2018

Mengembangkan Ide Dan Inovasi Baru

pemberdayaan online, pemberdayaan masyarakat

Ide Kreatif dan Inovasi Adalah Kunci

Ide Kreatif dan Inovasi – Harus diakui berkembangnya teknologi dan sistem informasi memberikan lompatan besar dalam kehidupan kita. Di awali dengan penemuan komputer di awal tahun 1940-an dan transformasi digital di tahun 1960-an. Namun internetlah yang kemudian mengubah semuanya di awal dekade 1980-an. Hanya dalam 20 tahun, teknologi berkembang dengan sangat pesat. Ukuran komputer menjadi semakin kecil, mobil menjadi semakin cepat dan irit, komunikasi semakin mudah, bahkan manusia sudah mampu mengirim robot ke Mars untuk meneliti kemungkinan adanya kehidupan di sana.

ide kreatif

ide kreatif

Sayangnya, di Indonesia sendiri, pemanfaatan internet untuk bisnis masih jauh dari optimal. Jangan kaget kalau banyak pengusaha di Indonesia yang belum pernah bersentuhan dengan komputer, apalagi Internet! Pengusaha yang dapat bertahan adalah mereka yang berani menghadapi perubahan dan mengambil keuntungan dari perubahan itu sendiri.

Baca Juga : Kami Adalah Pemberdayaan Online

Zaman sudah berubah dengan cepat. Gaya kita berjualan saat ini sudah pasti berbeda dengan gaya berjualan orang tua kita. Gaya berjualan anak-anak kita kelak juga akan jauh berbeda dengan gaya kita berjualan saat ini. Era pemasaran digital bisa menjadi ancaman bagi brand lokal Indonesia namun bisa juga menjadi peluang.

Peluang di era digital ini hanya bisa diraih bila kita terus belajar dan menghasilkan Ide Kreatif dan Inovasi. Hanya yang memiliki Ide Kreatif dan Inovasi lah yang akan bertahan. Yang tidak kreatif akan merugi dan hancur ditelan zaman. Hal ini terjadi pada semua lini termasuk pada perusahaan besar yang telah merajai dunia seperti Blackberry dan Nokia. Kedua merek tersebut pernah merajai pasar telepon selular di seluruh dunia.

Baca Juga: Menjalin Kolaborasi Dengan Mitra

Di masa jayanya, Nokia pernah memiliki nilai lebih dari 110 miliar euro atau setara 150 miliar dollar US. Pada bulan September 2013, perusahaan asal Finlandia ini terpaksa menjual bisnisnya kepada Microsoft dengan hanya senilai 7 miliar dollar AS. Demikian juga dengan BlackBerry. Perusahaan ini pernah mencapai nilai 83 miliar dollar US. Namun, pada tahun yang sama  (2013) perusahaan ini terpaksa melepas menjual aset perusahaannya dengan nilai hanya 5 miliar dollar US.

Yuk Kita Terus Belajar

Mengapa hal ini terjadi? Sederhana, Nokia dan Blackberry gagal mengikuti perkembangan zaman. Mereka dinilai tidak memiliki Ide Kreatif dan Inovasi untuk bersaing dengan kompetitor. Di saat Pesaing mereka seperti Apple yang dengan produk iPhone dan Samsung yang mengelurkan seri Galaxy. Blackberry dan Nokia gagal mengintegrasikan dunia internet pada perangkat mobilenya. Nokia mengandalkan sistem operasi Windows Phone. Sedangkan BlackBerry bahkan tidak memiliki produk layanan yang khas selain BlackBerry Messenger (BBM). Kegagalan dalam belajar dan menghasilkan Ide Kreatif dan Inovasi baru harus dibayar mahal dengan sangat mahal oleh Nokia dan Blackberry.

Ide Kreatif dan Inovasi

Ide Kreatif dan Inovasi

Perubahan pasar dari era konvensional menjadi digital memaksa kita harus belajar banyak hal baru. Kini, perubahan dunia digital yang sangat cepat. Kebijakan berubah dengan sangat cepat, aktor-aktor yang terlibat juga kini sangat dinamis, perkembangan teknologi informasi juga sangat pesat. Hal itu lah yang membuat proses belajar dan terus menambah jaringan bukan lagi suatu pilihan, namun merupakan keharusan. Saat ini investasi terbesar adalah pengetahuan. Knowledge is power kalau kata orang bijak

Baca Juga : Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Sekarang adalah era di mana semua pihak belajar dengan sangat cepat, hanya yang belajar dengan cepat lah yang akan bertahan dan pastinya yang belajar dengan lambat lah yang akan tersingkir dari persaingan. Pengetahuan dan referensi baru akan mendatangkan banyak ide yang kreatif dan inovatif. Ini lah kunci dari dan senjata agar kita dapat bertahan di era persaingan digital.

Baca Juga : Manajemen Pengetahuan