Bagaimana Mendapatkan Pelayanan Medis Untuk Kasus HIV (Bagian 1)

tenaga medis

Memilih Layanan Medis

Layanan Medis sangatlah penting. Jadi keputusan untuk memilih lembaga yang mampu memberikan pelayanan medis bisa jadi menjadi keputusan penting yang harus kita buat. Terutama untuk penyakit yang membutuhkan pelayanan khusus seperti HIV. Mengobati HIV cukup rumit. Ini bukan merupakan tugas yang dapat dilakukan kepada tenaga medis yang tidak memiliki pengalaman. Tenaga medis memang seharusnya telah menjalani pelatihan mengenai HIV.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita HIV atau dikenal juga dengan nama ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) yang ditangani oleh tenaga medis terlatih, memiliki peluang hidup lebih lama. Hal ini bila dibandingkan dengan penderita HIV yang ditangani oleh orang yang tidak terlatih. Kesalahan yang dilakukan oleh tenaga tak terlatih di tahap awal terapi dapat menyebabkan munculnya resistensi pada obat. Jika telah terjadi, maka hal ini tidak dapat diatasi.Hal ini dapat diantisipasi bila penderita mendapatkan layanan medis yang baik dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

tenaga profesional yang memberikan layanan medis

Di dunia medis, saat ini belum dikenal istilah “spesialis HIV”. Yang menjadi ahli atau yang dianggap “pakar” adalah seorang tenaga medis yang mengikuti terus perkembangan isue HIV dan memiliki banyak pengalaman dalam menangangi penderita HIV. Beberapa dokter spesialis penyakit menular adalah pakar HIV, namun tidak semuanya. Ada pula dokter keluarga atau perawat atau asistem dokter menjadi “pakar” HIV karna mereka memiliki pengalaman dan pengetahuan mengenai hal tersebut. merekalah yang dapat memberikan layanan medis sevara maksimal.

Baca Juga : Bagaimana Mendapatkan Pelayanan Medis Untuk Kasus HIV (Bagian 2)

 

Memilih Tenaga Medis

Menemukan tenaga medis yang pakar dalam isue HIV mungkin tidak mudah. Bila anda memiliki dokter langganan, mungkin dia dapat memberikan rekomendasi kepada seorang akhli. Aatau mintalah rekomendasi kepada lembaga yang berwenang menangai isue AIDS di Indonesia, Di Indonesia, lembaga yang berwenang menanganiĀ  isue ini adalah Komisi Penanggulangan AIDS atau dikenal juga dengan nama KPA. Selain itu anda bisa juga mengbubungi lembaga lain yang juga peduli pada isue HIV AIDS lannnya dan memiliki rekam jejak yang baik. Terutma dalam memberikan layanan medis. Baik berupa tindakan medis ataupun sebagai konselor.

healthcare

Semua warna negara berhak mendapatkan layanan kesehatan

Orang yang telah terinfeksi HIV atau dikenal juga dengan nama ODHA (Orang Dengan HIV AIDS). Tidak berarti dia harus memutuskan hubungan dengan dokter pribadi yang sudah ada selama ini. Beberapa pakar HIV lebih memposisikan diri sebagai konselor kepada dokter probadi yang telah merawatnya selama ini. Ada pula tenaga medis yang memang memiliki keakhlian dan pengalaman dalam memberikan pelayananan medis kepada pasien yang telah positif terkena HIV. Hal yang paling penting yang disarankan adalah perawatan pasian HIV harus dilakukan oleh pakarnya. Yaitu tenaga medis yang telah memiliki pengalaman dan pengetahuan mengenai hal tersebut

Satu hal yang harus diingat. Bahwa seorang penderita HIV, berhak mendapatkan layanan perawatan dari pakarnya. Namun demikian pasien yang bersangkutan juga harus memastikan bahwa dia mendapatkan layanan tersebut. masih penasaran dengan penjelasan lebih lanjut? simak terus update berita dan informasi di pemberdayaan online

 

Sumber:

100 Tanya Jawab mengenai HIV dan AIDS oleh Joel Gallant, MD, MPH

diterbitkan oleh PT Indeks Jakarta. 2010

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *