Bagaimana Mendapatkan Pelayanan Medis Untuk Kasus HIV (Bagian 2)

tenaga medis

Memilih Tenaga Medis

Tenaga Medis – Penyedia layanan medis atau tenaga medis yang merawat penderita HIV akan menjadi sosok penting yang akan membantu penderita tersebut. Dia harus menjadi orang yang dapat dipercaya, disukai dan dihormati. Hal yang paling penting adalah yang bersangkutan dapat berkomunikasi dengan baik dengan penderita.

Seperti halnya ketika kita akan mecari pasangan hidup. Mencari tenaga medis yang tepat untuk merawat penderita HIV dapat dikatakan susah suah gampang. Banyak hal yang mempengaruhi “kecocokan”  di antara mereka. Karenanya, tahapan pencarian adalah tahapan yang paling penting dalam proses ini.

tenaga medis

tenaga medis

Mencari pendamping penderita HIV tidak hanya sebatas kemampuan teknis yang bersangkutan semata. Justru yang lebih penting adalah melihat dari sudut pandang penderita HIV yang menjadi subjek utama dalam proses ini. Berikut kami tampilkan beberapa tips yang harus diperhatikan. Hal ini dapat dijadikan panduan ketika seorang penderita HIV hendak mencari tenaga medis yang akan mendampinginya.

Baca Juga : Bagaimana Mendapatkan Pelayanan Medis Untuk Kasus HIV (Bagian 1)

Tips Memilih Tenaga Medis Yang Tepat

  1. Apakah penderita HIV sudah dilindungi oleh asuransi layanan medis.

Pertanyaan ini harus dipahami oleh penderita HIV. Biaya perawatan medis bagi penderita HIV tidaklah murah. Pemerintah telah memberikan dukungan bagi upaya penanggulangan HIV dengan menjamin ketersediaan pasokan obat Anti Retroviral (ARV) bagi penderita HIV.  Adanya asuransi kesehatan seperti BPJS Kesehatan dapat membantu menutup biaya rawat inap selama pengobatan di rumah sakit.

  1. Apakah dia berpengalaman menangani HIV?

Tanyakan apakah dia telah pengalaman menangani penderita HIV. Hal ini sangat penting, karena tidak semua tenaga medis terlatih menangani pasien dengan HIV. Saat ini memang belum ada yang memiliki gelar resmi sebagai “spesialis HIV”. Tenaga medis “khusus” HIV adalah yang telah mengikuti rangkaian pelatihan pendampingan bagi penderita HIV.

  1. Tanyakan apakah dia merupakan tenaga medis atau sebagai konselor?

Petugas medis biasanya identik dengan dokter, sementara konselor bisa jadi merupakan tenaga perawat. Meski saat ini peran keduanya sudah hampir sama, namun tetap ada perbedaannya. Hal ini penting agar penderita HIV tahu siapa yang yang harus dihubungi saat terjadi hal yang tak diinginkan.

  1. Seberapa sering penderita bisa berkomunikasi dan bertemu?

Hal ini juga perlu ditanyakan. Pada prakteknya pendampingan penderita HIV seharusnya tidak terbatas pada jam praktek. Hal ini juga berhubungan dengan komitmen dari yang bersangkutan tersebut terhadap pada pasien HIV yang menjadi mitranya

  1. Jika terjadi sesuatu, ke mana saya akan dirujuk?

Hal ini juga penting untuk diketahui. Tidak semua Puskesmas atau Rumah Sakit dapat langsung menerima pendertita HIV. Ada beberapa Puskesman dan Rumah Sakit yang telah ditunjuk menjadi rujukan untuk penanganan kasus HIV. Bila dia telah berpengalaman, dia pasti tahu dan dapat merekomendasikan Rumah Sakit atau Puskesmas mana yang dapat menangani penderita HIV.

Sumber:

100 Tanya Jawab mengenai HIV dan AIDS oleh Joel Gallant, MD, MPH

diterbitkan oleh PT Indeks Jakarta. 2010

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *